
Skybridge
Kelurahan Pinangsia, kawasan bersejarah dengan potensi wisata dan bisnis, menghadapi tantangan sustainability yang signifikan. Banyak bangunan dalam kawasan belum ramah lingkungan dan efisien energi, sehingga menyebabkan konsumsi energi tinggi dan jejak karbon besar. Selain itu, masalah polusi udara, pengelolaan sampah yang kurang baik, serta minimnya ruang hijau menurunkan kualitas lingkungan dan kenyamanan kawasan. Upaya pengembangan kawasan harus fokus pada penerapan prinsip keberlanjutan untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan efisien.
Desain parametrik menyerupai proses alami cytokinesis, atau proses pembelahan dua sel. Gubahan massa dibelah menjadi dua, namun tetap dengan selubung tengah yang memungkinkan respons sesuai terhadap gaya lateral angin serta mengurangi kebutuhan listrik pendinginan mekanis dengan adanya shading. Area selubung ini juga dapat digunakan untuk pemasangan wind turbine di level-level tertingginya sebagai sumber energi yang mendukung aspek keberlanjutan bangunan.
Terdapat 2 jenis struktur eksoskeleton yang memindahkan beban utama bangunan dari dalam ke selubung luar. Hal ini tidak hanya mengurangi beban struktural, tetapi juga memberikan ruang lebih luas dan fleksibel di dalam bangunan untuk aktivitas pengguna. Pendekatan ini menciptakan lingkungan interior yang lebih nyaman tanpa membutuhkan kolom dalam yang menghalang.

Skybridge

Perspektif Interior

Perspektif Interior

Fasad

Ide Desain

Perspektif Eksterior

Perspektif Eksterior

Perspektif Eksterior

Algoritma Exoskeleton

Algoritma Exoskeleton