
Perspektif Interior
Kota Sibolga memiliki kerentanan terhadap bencana alam yang tinggi, tanah longsor, gempa, dan kebanjiran telah memiliki dampak yang ekstrim terhadap berbagai jenis infrastrukturnya. Hasilnya penduduk terkala terdampak besar akibat bencana alam tersebut. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa kombinasi faktor, diantaranya seperti sistem struktur bangunan umum dan infrastruktur yang kurang mendukung.
Sebagai respons kelompok kami berupaya untuk merancang paviliun yang hadir sebagai simbol untuk memperingati ketahanan masyarakat Sibolga. Struktur utamanya terinspirasi gerak puntir vegetasi pesisir yang lentur namun tangguh. Dengan sistem rangka silang dan sambungan adaptif, paviliun mampu menyerap tekanan gempa, bukan menolaknya. Struktur shell berfungsi sebagai pelindung dari panas, badai pesisir, sekaligus memperkuat identitas lokal melalui bentuk dan tekstur yang terinspirasi oleh pegunungan Sibolga. Harapannya eksplorasi sistem struktur dari paviliun ini dapat mendorong kota Sibolga untuk menerapkan berbagai sistem struktur yang lebih kuat dan efisien bahan.
Paviliun dirancang menggunakan 3 core dengan struktur yang dioptimalkan menggunakan keterbatasan versi trial plugin Karamba3D yang memperbolehkan struktur yang tidak melebihi 20 elemen beam (dalam konteks ini meliputi balok dan kolom). Dengan keterbatasan ini, algoritma core menyerupai algortima struktur truss untuk mengurangi kebutuhan struktur, hanya dengan perbedaan penataan elemen vertikalnya yang menyilang berlawanan arah. Namun sistem shell terluar dioptimalkan menggunakan Karamba3D Edu, yang mengizinkan eksplorasi jumlah shell yang melebihi 50.

Perspektif Interior

Perspektif Interior

Perspektif Eksterior

Perspektif Eksterior

Perspektif Eksterior

Eksperimentasi Alternatif Struktur

Analisis Karamba

Analisis Karamba