Rancangan arsitektural ini mengedepankan pendekatan pedestrian-orienteddevelopment yang berpadu dengan prinsip TOD (Transit Oriented Development), merespons lokasi strategis di kawasan Duta Merlin, Jakarta Pusat, yang terintegrasi langsung dengan akses MRT dan halte Harmoni. Perencanaan tapak dirancang untuk memprioritaskan kenyamanan pejalan kaki melalui penciptaan ruang terbuka hijau, jalur pedestrian yang aman, serta zona interaksi publik yang berfungsi sebagai pusat urban entertainment. Komposisi fungsi bangunan mixed-use yang mencakup perkantoran, hunian vertikal, dan area retail disusun secara sinergis untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban di kawasan padat penduduk yang belum sepenuhnya didukung oleh fasilitas rekreasi dan ruang publik yang representatif.
Konsep​
Mengusung filosofi The Lotus sebagai simbol ketahanan dan pembaruan, desain ini menginterpretasikan ulang elemen-elemen tradisional seperti kuil, pasar, dan ruang komunal menjadi bagian dari ekosistem budaya yang lebih terbuka dan inklusif. Dengan memadukan nuansa arsitektur vernakular dengan pendekatan kontemporer, proyek ini menciptakan ruang interaksi lintas generasi yang harmonis, menjembatani masa lalu dan masa depan Glodok. Hasilnya adalah sebuah ruang urban yang bukan hanya menjadi tempat tinggal atau beraktivitas, tetapi juga menjadi wadah refleksi, perayaan budaya, dan regenerasi identitas Chinatown Jakarta di tengah arus modernitas.