
INTERIOR
Kawasan Epicentrum Kuningan merupakan salah satu pusat aktivitas bisnis dan perkantoran di Jakarta Selatan yang berkembang pesat sebagai bagian dari kawasan segitiga emas. Lokasinya yang strategis di Jl. Kuningan Mulia menjadikan kawasan ini dikelilingi oleh gedung perkantoran tinggi, hunian vertikal, serta fasilitas pendukung perkotaan dengan intensitas aktivitas yang tinggi.
Namun, perkembangan kawasan yang cenderung berorientasi pada massa bangunan padat dan fungsi tunggal perkantoran seringkali menghasilkan lingkungan kerja yang terfragmentasi dan kurang terhubung secara sosial maupun spasial. Ruang kerja konvensional dengan batasan kaku antara fungsi, pengguna, dan lingkungan luar mengurangi potensi interaksi, fleksibilitas, serta kualitas pengalaman bekerja di kawasan perkotaan yang dinamis.
Merespon kondisi tersebut, proyek Interlink Circle dihadirkan sebagai kawasan office dan co-work space yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bekerja, tetapi juga sebagai sistem ruang yang saling terhubung. Dengan luas lahan ± 2,3 hektar, proyek ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai aktivitas kerja, kolaborasi, dan ruang publik dalam satu kesatuan yang berkelanjutan.
Pendekatan bentuk lingkaran pada massa bangunan dan sistem sirkulasi dimaknai sebagai simbol keterhubungan dan kesinambungan, di mana bangunan tidak berdiri sebagai objek terpisah, melainkan sebagai organisme yang saling terintegrasi. Melalui pengolahan ruang terbuka, fasad hijau, serta hubungan visual dan fisik antar massa, proyek ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan kerja masa kini di kawasan Epicentrum.
Interlink as a Spatial Continuity
Proyek Interlink Circle – Stupa 5 mengangkat konsep keterhubungan ruang sebagai pengalaman yang berkesinambungan. Lingkaran dipahami tidak hanya sebagai bentuk geometris, tetapi sebagai simbol kesinambungan, pergerakan, dan interaksi antar ruang. Stupa 5 dirancang sebagai titik pertemuan yang menghubungkan berbagai aktivitas melalui alur sirkulasi yang mengalir, tanpa awal dan akhir yang kaku.
Ruang-ruang disusun secara radial dan saling terhubung untuk menciptakan pengalaman bergerak yang dinamis, di mana pengguna tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga mengalami transisi ruang secara bertahap. Konsep ini menekankan hubungan antara manusia, ruang, dan pergerakan sebagai satu kesatuan sistem.
Keunikan Stupa 5 terletak pada pemanfaatan bentuk lingkaran sebagai sistem penghubung ruang yang menciptakan pengalaman bergerak secara berkesinambungan. Stupa ini tidak diperlakukan sebagai objek tunggal, melainkan sebagai ruang transisi yang menghubungkan berbagai aktivitas di dalam Interlink Circle. Melalui sirkulasi yang mengalir dan tanpa hierarki arah yang kaku, pengguna dapat mengalami ruang secara intuitif dan berulang.
Selain itu, Stupa 5 berperan sebagai titik temu antara pergerakan dan aktivitas, di mana ruang tidak hanya dilewati, tetapi juga dialami. Hubungan visual yang terbuka antar bagian stupa memperkuat kesan keterhubungan, menjadikan ruang ini sebagai elemen yang memperkuat identitas Interlink Circle sebagai sistem ruang yang saling terintegrasi.

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

INTERIOR

EKSTERIOR