Perspektif Eksterior
Permeare Sanctuary
- Semester Ganjil 2025/2026
- Studio Parametrik
- Stanley Kwannatta, George Nathan Lee, Ayesha Dhiya’ulhaq
- Nixon Wonoto, S.T., M.S., Ph.D.
- Nixon Wonoto, S.T., M.S., Ph.D.
Latar Belakang
Permeare Sanctuary berlokasi di koridor Hollywood Boulevard, Los Angeles, sebuah kawasan wisata yang kepadatan aktivitas urban sekaligus tekanan ekologis kota besar Amerika Serikat. Kawasan ini didominasi oleh permukaan perkerasan pada jalan, bangunan, seperti aspal dan beton, yang berdasarkan data kawasan mencapai 45% dari total tutupan lahan L.A.. Kondisi tersebut menyebabkan air hujan tidak dapat meresap secara alami ke dalam tanah, menyebabkan berkurangnya sumber air tanah, beresiko fatal dalam memicu limpasan permukaan berlebih, penurunan muka air tanah, serta meningkatkan risiko kerusakan infrastruktur perkotaan.
Proyek ini dirancang sebagai sebuah paviliun urban berskala kawasan, berada di tengah simpul pergerakan kota, tanpa menuntut luasan ruang hijau konvensional. Alih-alih menambah vegetasi secara masif, Permeare Sanctuary menawarkan pendekatan arsitektural sebagai alat ekologis, yang secara pasif berfungsi menyalurkan air hujan dan mengembalikan proses infiltrasi tanah yang hilang akibat urbanisasi.
Tujuan utama proyek ini adalah menghadirkan ruang temu publik yang ikonik sekaligus berfungsi sebagai sistem rainwater harvesting pasif, mempertemukan kepentingan sosial, arsitektural, dan ekologis dalam satu kesatuan desain yang adaptif terhadap konteks kota padat
Konsep
Tema utama Permeare Sanctuary adalah “arsitektur yang bernapas”, sebuah gagasan tentang naungan yang tidak sekadar objek di atas tanah, tetapi juga menghubungkan dan memberikan solusi ekologis alam di bawahnya. Filosofi ini diterjemahkan melalui konsep permeabilitas, kemampuan suatu material meloloskan fluida/cairan melalui pori-porinya.
Bangunan dirancang sebagai paviliun terbuka dengan program utama berupa ruang komunal multifungsi, area perkumpulan sosial, ruang transisi pejalan kaki, serta zona teduh yang dapat digunakan untuk kegiatan publik, seni, dan komunitas. Tidak terdapat tembok/batas kaku antara ruang dalam dan luar; Seluruh tapak diperlakukan sebagai satu lanskap aktif. Massa bangunan tidak disusun sebagai volume solid, melainkan sebagai struktur membran bertumpu pada titik-titik kolom ramping, membentuk kanopi yang menaungi sekaligus mengarahkan aliran air.
Secara konseptual, alur desain mengikuti logika air hujan: jatuh, mengalir, terkumpul, lalu meresap. Setiap keputusan bentuk, kemiringan, dan lipatan struktur mempertimbangkan bagaimana air bergerak, sekaligus bagaimana manusia merasakan ruang di bawahnya. Dengan demikian, bangunan tidak hanya dilihat, tetapi dialami sebagai proses.
Hal Unik dari Proyek
Keunikan utama Permeare Sanctuary terletak pada integrasi sistem air hujan langsung ke dalam bentuk arsitektur. Atap membran berfungsi ganda sebagai elemen struktural, peneduh, dan media penangkap air. Bentuknya yang mengerucut dan berlipat secara alami mengarahkan air hujan menuju titik-titik infiltrasi di tanah, kemudian meng-”injeksi” air ke dalam tanah. Struktur atap menggunakan sistem membran tarik (tensile membrane) yang dikaitkan dengan tiang-tiang, menciptakan regangan geometri organik yang dinamis dan ikonik di tengah lanskap kota.
Proses ini diawali dengan kegiatan riset yang bertujuan untuk memahami konsep perancangan serta mengidentifikasi dan mempelajari komponen-komponen yang diperlukan. Tahap riset ini menjadi dasar dalam menentukan pendekatan desain dan metode yang digunakan pada tahap selanjutnya. Setelah proses riset selesai, dilakukan tahap pemodelan digital menggunakan perangkat lunak Rhino dan Grasshopper untuk mengembangkan dan mengeksplorasi bentuk secara parametrik sesuai dengan konsep yang telah ditetapkan. Setelah bentuk yang diinginkan berhasil diperoleh dan dievaluasi, tahap akhir difokuskan pada perapihan detail model menggunakan SketchUp guna memastikan kejelasan dan ketepatan elemen desain. Selanjutnya, dilakukan proses rendering untuk menghasilkan visualisasi akhir yang merepresentasikan hasil rancangan secara lebih realistis.
Secara visual, bangunan ini tampil sebagai landmark urban yang kontras namun harmonis dengan konteks sekitarnya. Bentuknya yang ekspresif memberikan identitas kuat tanpa menjadi massa yang menutup ruang kota. Di saat yang sama, proyek ini menawarkan narasi baru bahwa solusi lingkungan tidak selalu harus tersembunyi, melainkan dapat diekspresikan sebagai bahasa arsitektur itu sendiri.

Perspektif Eksterior

BLOCK PLAN

Perspektif Interior

Perspektif Interior

RAINWATER AKSONO

Proses

POTONGAN KONSEP




